Semarang, November 2024 – Pembakaran sampah terbuka di Indonesia menjadi sebuah masalah yang semakin mendesak untuk ditangani. Fenomena ini tidak hanya meningkatkan risiko pencemaran udara dan kesehatan, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap aspek ekonomi dan kesejahteraan sosial masyarakat. Pada tahun 2023, sejumlah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Indonesia mengalami bencana kebakaran dan memicu kekhawatiran akan konsekuensi jangka panjangnya.
Disisi lain, black carbon yang memiliki dampak pemanasan global 1000x lebih besar daripada CO2 terlepas seiring dengan adanya kebakaran tersebut. Selain itu, pada tingkat rumah tangga, masyarakat terutama di daerah pedesaan selalu membakar sampahnya karena keterbatasan armada pengangkutan sampah. Dalam rangka mengatasi permasalahan ini, UNDIP, UM, ITB, dan IPB bekerj sama untuk menghadirkan model penelitian yang holistik. UNDIP menyelidiki dampak lingkungan, ekonomi, dan sosial kebakaran sampah di TPA pada tahun 2023. UM merancang metode pemantauan kualitas udara yang inovatif, sementara ITB mengggunakan permodelan spasial untuk mengidentifikasi pola dan potensi pencemaran udara. Di sisi lain, IPB menggali dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong masyarakat dalam melakukan pembakaran sampah.

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam terkait akar permasalahan pembakaran sampah terbuka, serta merumuskan solusi yang terintegrasi dan berkelanjutan. Kolaborasi lintas perguruan tinggi ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menjawab tantangan nyata yang dihadapi oleh Indonesia dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Target luaran dari penelitian kolaborasi ini adalah jurnal internasional bereputasi yang diterbitkan pada Journal of Sustainability (Switzerland) (H-index 136, Q1, SJR 0.66); Environmental Monitoring and Assessment (H-index 132, Q2, SJR 0.63); ISPRS International Journal of Geo-Information (H-index 62, Q1, SJR 0.74); dan Journal of Material Cycles and Waste Management (H-index 53, Q2, SJR 0.64).

Leave a comment