Banyumas, 23 September 2025 — Yayasan Environmental Research Center (YERC) bersama mahasiswa dan dosen Departemen Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro, Universitas Trisakti, serta Profesor dari Carbon Neutrality Promotion Departement The University of Kitakyushu, Toru Matsumoto, melaksanakan kunjungan lapangan ke dua fasilitas pengolahan sampah di Kabupaten Banyumas: TPS3R Sokanegaradan TPST Kedungrandu. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari lebih dalam tentang pengurangan sampah dari sumber, pemilahan, pengolahan yang berkelanjutan, serta mempelajari teknologi pengelolaan sampah, seperti mesin gibrig dan pirolisis.

Di TPS3R Sokanegara, kami meninjau alur kerja pengelolaan berbasis 3R (reduce–reuse–recycle) yang bertumpu pada partisipasi warga. Tim mengamati praktik pemilahan awal, pengumpulan terjadwal, serta pengolahan sampah. Sampah organik diolah menjadi bahan pangan maggot, larva Black Soldier Fly sedangkan sampah anorganik diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif untuk digunakan sebagai substitusi penggunaan batu bara pada beberapa industri, seperti industri semen dan pembangkit listrik tenaga uap.
Lokasi peninjauan berikutnya adalah TPST Kedungrandu, untuk memahami proses pengelolaan sampah mulai dari penerimaan sampah, pemilahan lanjutan, hingga pengolahan sampah organik dan penanganan residu. Proses pengolahan dilakukan secara sistematis, mulai dengan pemilahan sejak dari sumber (rumah tangga) hingga pemrosesan dengan mesin-mesin modern seperti belt conveyor, crusher, dan rotary screen. Serangkaian proses ini mampu menekan residu ke TPA.
Hasil sampah yang telah diolah di TPST Kedungrandu terbagi menjadi beberapa macam. Sampah organik ada yang diolah menjadi kompos dan pakan maggot, sebagian diolah menjadi bubur organik yang akan digunakan sebagai bahan bakar jumbutan padat untuk dikirim ke PLTU Cilacap. Selain itu sampah organik juga diolah menjadi kompos dan pakan maggot. Sampah anorganik yang masih memiliki nilai jual akan disalurkan ke pengepul, sebagian diolah menjadi RDF yang kemudian akan disalurkan ke pabrik semen sebagai alternatif bahan bakar.



Hasil kunjungan ini akan dirangkum menjadi rekomendasi singkat bagi pemangku kepentingan mencakup penguatan edukasi pemilahan sampah di rumah tangga, sistem pengolahan sampah baik organik maupun anorganik, serta pemanfaatan sampah tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah bertukar pirikan untuk dapat menciptakan inovasi-inovasi yang baik untuk lingkungan dan menciptakan riset-riset baru yang akan dikembangkan oleh peneliti.
Leave a comment