YERC–UNDIP– The University of Kitakyushu Jelajahi Praktik Ekonomi Sirkular di Kradenan

1–2 minutes

Kradenan — Yayasan Environmental Research Center (YERC) bersama mahasiswa dan dosen Departemen Teknik Lingkungan, Universitas Diponegoro serta Profesor dari Carbon Neutrality Promotion Departement The University of Kitakyushu, Toru Matsumoto, melaksanakan kunjungan lapangan di Kradenan pada Jumat, 26 September 2025 dan ditemani langsung oleh Pak Imam selaku Sekretaris Camat. Rangkaian kegiatan dilakukan untuk melihat dan memantau secara langsung praktik pengelolaan limbah yang merupakan salah satu program kerja mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKN) Mahasiswa Universitas Diponegoro, pemanfaatan sumber daya lokal, dan inisiatif ekonomi sirkular yang berjalan di masyarakat, dengan penekanan pada temuan yang sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

Lokasi pertama yang didatangi adalah UMKM pembuatan arak untuk melihat dan memonitoring hasil kerja mahasiswa KKN Undip dalam memanfaatkan dan mengolah limbah UMKM menjadi pupuk organik cair (POC) Berdasarkan penjelasan pengrajin, limbah cair diolah kembali hingga menghasilkan larutan yang dimanfaatkan sebagai pupuk cair untuk tanaman. Penggunaan POC ini sudah diuji coba pada tanaman tebu yang mana, setelah masa panen, tanaman tebu yang menggunakan POC hasil limbah UMKM arak masih tetap berwarna hijau (tidak cepat layu).

Kami kemudian meninjau urban farming masyarakat. Kegiatan budidaya dilakukan secara sederhana di halaman sekitar rumah. Warga menanam sayuran seperti jamur tiram dan jamur kuping serta tanaman bumbu untuk kebutuhan rumah tangga, dengan pola perawatan yang disesuaikan waktu luang dan kondisi cuaca. Selain itu, terdapat budidaya perikanan berupa lele dan nila serta pengembangbiakkan cacing sebagai pakan ternak dan umpan pancing.

Berikutnya, kami berkunjung ke Pasar Gedang. Pemilahan sisa organik di sana diolah menjadi kompos dan sampah anorganik yang tidak dimanfaatkan dimasukkan ke dalam insinerator skala kecil yang beroperasi terbatas. Praktik di lapangan menekankan pemilahan terlebih dahulu, penanganan material yang masih bernilai, dan pembakaran hanya untuk residu, dengan pengoperasian mengikuti kemampuan sarana yang ada.

Kegiatan terakhir yaitu mengunjungi Bledug Kuwu, di sana terdapat fenomena alam berupa semburan lumpur yang disebabkan oleh tekanan air vertikal dari endapan laut purba di bawah tanah. Masyarakat setempat memanfaatkan fenomena alam tersebut menjadi peluang untuk menghasilkan produk bernilai jual dari lumpur tersebut berupa garam yang diperoleh dari proses penguapan air, lumpur yang dimanfaatkan menjadi masker atau lulur badan, serta air garam itu sendiri.

Leave a comment