
Semarang, 13 Februari 2026 — Tim Yayasan Environmental Research Center (YERC) bersama Pengelola Sampah Kelurahan Tambakharjo, Semarang Barat melaksanakan kunjungan studi lapangan ke TPST ITF Pasar Niten dan TPST Dingkikan pada Jum’at, 13 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman teknis dan operasional terkait pengelolaan sampah di tingkat fasilitas, sekaligus menjadi ruang belajar bersama mengenai praktik baik yang telah diterapkan.
Dalam kunjungan tersebut, peserta meninjau langsung alur proses pengolahan sampah dari tahap penerimaan, pemilahan, hingga pengolahan lebih lanjut, serta mengamati teknologi yang digunakan di masing-masing TPST. Diskusi lapangan juga dilakukan untuk menggali aspek penting seperti tata kelola operasional, kebutuhan sumber daya, serta peluang penerapan proses/teknologi yang relevan untuk penguatan pengelolaan sampah di wilayah Kelurahan Tambakharjo.
Di TPST ITF Pasar Niten, kami melihat alur kerja pengelolaan sampah. Saat ini, TPST hanya melayani sampah yang dihasilkan dari Pasar Niten saja. Sampah organik diolah menjadi pupuk kompos dengan menggunakan teknologi rotary kiln, yang mana teknologi ini dapat mempercepat proses pengomposan hanya dengan 7-10 hari. Hasil kompos dimanfaatkan menjadi pupuk untuk taman-taman di wilayah sekitar. Sementara itu, sampah anorganik sebagian ada yang dipilah untuk dijual kepada pengepul sebagian lagi diolah menjadi refuse derived fuel (RDF) yaitu bahan bakar alternatif dari sampah yang kering dan dipadatkan. RDF yang dihasilkan +- 20 ton, yang kemudian dikirim ke TPST Dingkikan/Agrodadi.

Lokasi berikutnya yaitu TPST Dingkikan/Agrodadi. Fokus utama pengolahan sampah di sini yaitu mengolah sampah menjadi RDF. Semua sampah baik organik maupun anorganik diolah menjadi RDF. TPST ini menggunakan teknologi rotary dryer untuk membantu mengurangi kadar air pada sampah organik. Air lindi dari hasil pengeringan dialirkan langsung ke IPAL TPST. Sampah residu yang tidak dipakai untuk RDF dijadikan sebagai bahan bakar mesin rotary dryer. TPST Dingkikan/Agrodadi menampung semua hasil RDF dari TPST lain yang ada di Kabupaten Bantul untuk selanjutnya dikirimkan ke Cilacap.

Melalui kegiatan ini, YERC berharap kunjungan studi lapangan dapat menjadi pemantik kolaborasi dan peningkatan kapasitas pengelola sampah berbasis masyarakat. Praktik dan pembelajaran dari TPST ITF Pasar Niten dan TPST Dingkikan diharapkan dapat menjadi referensi dalam upaya penguatan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap kebutuhan lokal khususnya di Kecamatan Semarang Barat.
Leave a comment